120307 Manajemen Kas

Published Maret 7, 2012 by seilyariskyu

PENGERTIAN MANAJEMEN

  • Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti pengaturan dan pengelolaan terhadap apapun yang kita punya seperti waktu, aset atau kekayaan dan sumber daya lainnya.
  • Manajemen adalah ilmu tentang upaya manusia didalam memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
  • Manejemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui tangan orang lain. (Menurut Mary Parker Pollet)

 

PENGERTIAN KAS

  • Kas merupakan elemen aktiva lancer yang paling likuid dan paling mudah diselewengkan karena kas tidak mempunyai bukti kepemilikan dan sangat mudah untuk dipindah tangan.
  • Kas adalaah uang kertas yang, koin dan elemen-elemen lain yang bisa ditunaikan pada nominal setiap waktu tanpa batasan. Elemen kas meliputi, uang kertas, yang logam dan elemen lain yang bisa ditunaikan setiap saat seperti cek dari pelanggan, simpanan dalam bentuk giro, cek dalam perjalanan, dll.
  • Kas adalah alat pembayaran yang dapat dipakai untuk membiayai kegiatan perusahaan.
  • Kas adalah aktiva yang paling lancer dan harus disediakan didalam perusahaan dalam jumlah yang mencukupi untuk kegiatan perusahaan selama periode tertentu.
  • Kas dapat diartikan sebagai nilai uang kontan yang ada dalam perusahaan beserta pos-pos lain yang dalam jangka waktu dekat dapat diuangkan sebagai alat pembayaran kebutuhan finasial, yang mempunyai sifat paling tinggi likuiditasnya.

 

  1. ALIRAN KAS

Proses aliran kas yang terjadi di perusahaan adalah terus menerus sepanjang hidup perusahaan yang bersangkutan terdiri dari aliran kas masuk (cash inflow) dan aliran kas keluar (outflow).

  • Aliran kas masuk kontinyu (misalnya hasil penjualan produk secara tunai, penerimaan piutang. Aliran kas masuk intermittent (misalnya pendapatan dari peyertaan pemilik) perusahaan, penjualan saham, penerimaan kredit dari bank, penjulan AT yang tdk terpakai)

Aliran kas masuk teridiri dari :

  1. Hasil penjualan produk atau jasa perusahaan secara tunai
  2. Penagihan pihutang dari penjualan kredit
  3. Penjualan aktiva tetap yang ada
  4. Penanaman investasi dari pemilik atau pemilik saham bila perseroan terbatas
  5. Pinjaman hutan dari pihal lain
  6. Penerimaan sewa dan pendapatan lain – lain..

Factor yang mempengaruhi penerimaan kas :

  1. Budget penjualan
  2. Keadaan dan posisi pesaing
  3. Syarat pembayaran
  4. Kebijaksanaan dalam penagihan  piutang
  5. Budget perubahan aktiva tetap
  6. Rencana penerimaan nonoperating
  7. Kebijaksanaan penelitian surat – surat berharga

 

  • Aliran kas keluar kontinyu (misalnya kas untuk pembelian bahan mentah, gaji karyawan) Aliran kas keluar intermittent (misalnya pengeluaran utk pembayaran dividen, bunga, pembayaran angsuran hutang pembelian kembali saham, pembelian AT).

Aliran kas keluar teridiri dari :

  1. Pengerluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain (overheand)
  2. Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan
  3. Untuk pembelian aktiva tetap
  4. Pembayaran kembali hutang-hutang perusahaan
  5. Pembayaran kembali infestasi dari pemilik perusahaan
  6. Pembayaran sewa, pajak, dividen, bungan dan pengeluaran lain-lain.

Factor – factor yang mempengaruhi pengeluaran kas :

  1. Budget biaya bahan baku
  2. Budget biaya tenaga kerja langsung
  3. Budget biaya pabrik lain –lain  (overheand)
  4. Budget biaya administrasi umum dan administrasi penjualan
  5. Budget penambahan akitva tetap
  6. Budget pengeluaran nonoperating

 

SALDO KAS

Analisa aliran kas masuk (cash inflow) lebih besar dari aliran kas keluar (cash outflow) pada suatu saat tertentu maka akan terjadi saldo kas (proceeds) dan sebaliknya bila aliran kas masuk lebih kecil dari aliran kasi kelaur pada suatu saat tertentu maka akan terjadi deficit kas (kekurang kas).

Jumlah besarnya saldo kas yang akan terjadi di dalam perusahaan akan sangat tergantung tiga motif di dalam pemahaman uang kas yaitu :

  1. Motif transaksi. Suatu perusahaan membutuhkan uang kas untuk membayar transaksi harian. Semakin meningktanya luas usaha akan meningkatkan pula transaknsi finasial, dan akan menuntu kenaikan uang kas yang dibutuhkan. Transaksi tersebur dapat berupa pembayaran hutang dagang atau pembelian bahan, pembayaran upah/gaji, ausransi, tarip pemakaian listrik, pajak, deviden dan lain – lain.
  2. Motif spekulasi. Dalam motif ini, memegang uang dimakasudkan untuk memperoleh keuntungan dari kenaikan harga baik harga barang ataupun harga atau nilai uang itu sendiri. Apabila harga – harga berang naik maka jelas memiliki barang akan lebih mengungkan daripada memiliki uang. Di sampan itu apabila tingkat buanga di bank tampak akan turun maka uang akan banyan dibelikan surat – surat berharga atau mungkin dalam bentuk barang.
  3. Motif berjaga – jaga. Karena keadaan yang tidak pasti maka pengusaha akan selalu memperhitungkan ketidakpastian tersebut dan berjaga – jaga untuk menjami likuiditas perusahaan apabila penerimaan kas tidak terjadi seperti yang dierencanakan sebelumnya, maka harus dijaga agar terdapat safety cash balance (persediaan beis kas).

Oleh karena itu manajer mengusahakan agar jumlah uang yang harus disimpan dalam bentuk uang kas dapat sekecil mungkin tanpa mengurangi pertimbangan likuiditas. Suatu keadaan yang ideal dalam hal ini adalah adanya pengaturan terhadap aliran kas dimana aliran uang masuk dapat menutup segala aliran kas keluar tanpa ada yang tersisa.
KEBOCORAN ALIRAN UANG KAS

  1. Kurang pengamanan. Sering sekali terjadi bahwa hasil penjualan tidak sepenuhnya tercatat atau sengaja tidak dicatatkan. Hal ini berarti tidak seluruh uang dapat dimasukkan ke kas perusahaan. Oleh karena itu haruslah selalu diusahakan perbaikan sistem pengawasan terhadap kebocoran seperti itu.
  2. Kurangnya pengaturan pelayanan. Sering kali terjadi bahwa toko yang sangat sibuk yang langganannya antri terlalu lama untuk menunggu pelayan. Hal ini dapat menimbulkan ketidaksabaran para pelanggan dan akhirnya pindah ke toko lain. Oleh karena itu pengaturan terhadap pelayanan harus diperhatikan untuk menjamin timbulnya aliran kas masuk yang besar dan kontinyu.
  3. Kesalahan pekerja. Disamping kebocoran dalam aliran uang masuk, kebocoran kas dapaat pula terjadi dalam aliran uang keluar yang berupa diperbesarnya laporan (catatan) uang keluar dari pengeluaran yang sesungguhnya. Oleh karena itu, perlu diciptakan pula sistem dan prosedur yang dapat menjaga pengamanan terhadap kebocoran kas.

HAL-HAL YANG SERING TERJADI SEHUBUNGAN DENGAN KEBOCORAN KAS.

  • Hasil penagihan kas tidak tercatat, tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi.
  • Akun piutng usaha dikreditkan sebesar penerimaannya, tetapi tidak diimbangi dengan pendebetan akun kas, melainkan didebetkan ke akun potongan penjualan.
  • Penggunaan uang atau cek untuk kepentingan pribadi, tetapi dicatat sebagai beban perusahaan.
  • Saldo kas tidak dilaporkan dalam keadaan yang sesungguhnya atau kas masuk dan kas keluar dimanipulasi.
  • Cek keriting, dilakukan dengan cara menipulasi transfer dana antar bank dengan tujuan agar kas kelihatan lebih besar dari yang sebenarnya.
  • Happing, berupa pencatatan penerimaan kas sejak timbulnya piutang maka sampai penerimaan kas dari piutang usaha berikutnya.

RESIKO MENAHAN SALDO KAS

Uang tunai tidak pernah akan mengalami kesukaran secara fisik seperti halnya bahan mentah atau bahan pembantu. Begitu pila simpan uang tidak akan pernah terkena resiko perubahan permintaan konsumen. Akan tetapi menahan uang tunai tidak akan terlepas dari resiko, resiko tersebut yang terpenting adalah berasal dari turunnya nilai tukar uang tersebut, baik nilai tukar terhadap barang dan jasa maupun nilai tukar terhadap valuta asing. Dalam keadaan inflasi, maka tingkat inflasi itu merupakan resiko yang harus diperhitungkan sebagai biaya untuk menahan uang tunai. Dalam masa inflasi maka uang tunai dan begitupula saldo kas di bank serta surat-surat berharga akan dengan cepat merosot nilainya.

 

 

Credit by : Riska Haryati Seilya

Posted by : @seilyariskyu [www.riskaseilya.wordpress.com]

TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDIT

ALWAYS CREDIT ‘RISKASEILYA.WORDPRESS.COM’ AS WELL. Thank you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: