120307 Manajemen Kas | Part.2

Published Maret 7, 2012 by seilyariskyu

MANAJEMEN KAS

1. Perencanaan Kas

Yang dimaksud sebagai perencanaan kas adalah budget kas yaitu perkiran/estimasi terhadap posisi kas pada suatu saat tertentu dalam satu periode yang akan dating.

Tujuan perencanaan kas :

  • Mengetahui kemungkinan posisi kas sebagai hasil rencana operasi perusahaannya.
  • Mengetahui kemungkinan adanya saldo kas atau defisit (kekurangan) kas dari rencana operasi dan nonoperasi.
  • Mengetahui besarnya kebutuhan dana beserta saat-saat kapan dana itu dibutuhkan untuk menutup defisit kas.
  • Sebagai penentuan saat-saat kredit harus dibayar.
  • Sebagai dasar permintaan kredit kepada lebnaga-lembaga keuangan.

Tahap Penyusunan Perencanaan Kas

  • Menyusun perkiraan penerimaan kas baik dari kegiatan operasional perusahaan maupun nonoperasional, dengan rincian tersebut dalam aliran kas masuk.
  • Menyusun perkiraan pengeluaran kas baik dari kegiatan operasional perusahaan maupun nonoperasional, dengan rincian tersebut dalam aliran kas keluar.
  • Menghitung selisih antara perkiraan penerimaan dan perkiraan pengeluaran kas diketahui adanya saldo kas atau kekurangan kas pada saat tertentu dalam suatu periode yang akan datang.
  • Apabila terjadi saldo kas yang berlebihan kemudian direncanakan untuk Investasi atau kegiatan yang lain untuk menghindari terjadinya kas yang mengaggur.
  • Apabila terjadi kekurangan kas maka akan diperkirakan  besarnya kebutuhan dana yang akan dipenuhi dari kredit pada lembaga-lembaga diluar perusahaan dan perkiraan pembayaran kredit pinjamannya.
  • Menyusun kembali perkiraan keseluruhan penerimaan dan pengeluaran kas setelah adanya transaksi financial baik penanaman investasi maupun perencanaan kredit dari pihak lain. Hasil aktiva penyusunan kembali merupaka budget kas.

 

2.  Pengendalian Kas

Menahan uang sebenarnya menanggung suatu biaya (cost). Dengan konsep apportunity cost maka biaya menahan uang tunai adalah berupa laba yang sebenarnya dapat diperoleh apabila dana tersebut digunakan untuk penggunaan yang lain.

Apabila perusahaan dapat menghasilkan 20% dari investasi dananya, maka penghasilan tersebut merupakan biaya yang dipikul dalam mempertahankan saldo kas yang benar. Biaya tersebut mungkin dapat sebagian ditutup dari hasil penanaman dalam bentuk surat-surat berharga atau bunga simpanan rekening Koran di bank, akan tetapi jumlah tersebut adalah sangat kecil. Kecuali apabila terjadi alasan-alasan (motif) khusus seperti diteranngan dimuka, maka menahan uang tunai yang berlebihan menunjukkan tidak adanya manajemen keuangan yang baik. Sebaiknya begitu pula terjadi kekurangan saldo kas yang menyolok. Pengendalian uang tunai dan setengah tunai didasarkan pada ramalah jangka pendek atas kebutuhan uang tunai. Ramalan ini akan membantun menentukan kebutuhan minimum dan maksimum akan uang tunai selama periode tertentu.

 

Dalam mempertimbangkan sampai dimana tingkat  kebutuhan uang tunai harus dibelanjai dengan dana jangka panjang, manajemen harus mendasarkan keputusan atas factor-faktor berikut ini :

  1. Perubahan persantase biaya emisi. Apabila kebutuhan modal kerja jangka panjang dipenuhi dengan banyak emisi dalam nilai yang kecil-kecil agar pengumpulan dana lebih sesuai dengan kebutuhan dana, maka biaya akan menjadi lebih tinggi.
  2. Manfaat-manfaat potensial dari penentuan waktu mengumpulkan dana apabila biaya dna jangka panjang historis memang rendah.
  3. Perbandingan biaya dan tersedianya dana jangka pendek dan jangka panjang.
  4. Hilangnya penghasilan karena dana jangka panjang untuk jangka pendek dengan bunga yang rendah.
  5. Resiko likuiditas apabila dana jangka pendek dipergunakan untuk keperluan jangka penjang.
  6. Berubah-ubah situasi sector industry, dalam mana perusahaan melakukan operasinya.
  7. Akibat terlalu besarnya penggunaan dana jangka pendek terhadap tingkat kekayaan kredit perusahaan yang bersangkutan.

 

Kebijakan manajemen harus diarahkan pada tercapainya keseimbangan optimal antara factor-faktor tersebut dengan memasukkan sekedarnya sikap mau menanggung resiko. Pokok permasalahannya ialah bahwa keputusan yang tidak tepat tidak mungkin diambil jikalau kebutuhan uang tunai dari keputusan-keputusan tersebut tidak diketahui dan didasarkan atas pengetahuan itu, disusun suatu kebijansanaan untuk memenuhi kebutuhan uang tunai yang sudah ditentukan dalam batas-batas biaya/resiko yang sudah diketahui. Siasat ini kemudian dapat dipergunakan sebagai dasar untuk menyusun anggaran uang tunai, untuk mengendalikan peredaran uang tunai dan untuk mengadakan tindakan koreksi.

 

MANAJEMEN KAS YANG BAIK

Manajemen aliran kas yang baik sebenarnya relatif mudah. Kiatnya adalah mengetahui dengan baik untuk apa uang yang akan keluar dan masuk? Kapan uang akan keluar dan masuk? Dari mana uang akan masuk? Ke mana uang, akan keluar? Dan bagaimana mengatur masuk-keluarnya uang sehingga kita dapat menyediakan uang tersebut tepat pada saatnya. Apabila kita membutuhkan tambahan uang kita juga harus mengerti dengan baik, dari mana kita bisa memenuhi kebutuhan tambahan uang yang dibutuhkan. Kita juga sebaiknya memiliki hubungan yang baik dengan semua pihak sehingga jika suatu saat membutuhkan, kita akan lebih mudah meminta bantuan kepada mitra usaha kita.

 

Langkah yang baik dan perlu dilakukan adalah membuat perkiraan aliran kas untuk periode yang mendatang. Mulailah dengan membuat proyeksi aliran kas untuk minimal 1 minggu ke depan. Kemudian meningkat menjadi proyeksi aliran kas bulanan dan akhirnya tahunan. Jika hal ini dapat dilakukan, niscaya kelangsungan bisnis dapat lebih terjaga. Semakin sering kita membuat proyeksi aliaran kas, maka akan semakin mudah dan dapat memperkirakan dengan pasti berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki. Akhirnya dalam bisnis ataupun mengelola keuangan keluarga maka penting bagi kita untuk dapat menjaga agar pemasukan senantiasa lebih besar daripada pengeluaran.

 

PENTINGNYA MANAJEMEN KAS

Boleh jadi perusahaan Anda terbilang sukses karena bisa memetik keuntungan atau laba, jumlah asetnya pun besar. Akan tetapi, tatkala perusahaan mulai kesulitan untuk membayar tagihan dan memenuhi keperluan yang ada, maka itu tandanya mulai terjadi masalah. Hal serupa bisa juga terjadi jika Anda seorang ibu rumah tangga. Gaji suami atau penghasilan Anda (jika bekerja) sebenarnya cukup besar, tetapi bisa saja terjadi masalah manakala sejumlah tagihan sudah jatuh tempo.

Masalah tersebut menyangkut aliran keluar masuknya uang yang tidak seimbang atau dengan kata lain lebih banyak pengeluaran dibandingkan dengan pemasukan. Menurut para analis bisnis, manajemen kas yang tidak baik menjadi penyebab kegagalan bisnis yang paling sering dialami, terutama di kalangan bisnis dan wirausahawan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita seyogianya mengerti dengan baik konsep dasar mengenai aliran kas. Pemahaman yang benar mengenai manajemen arus kas, akan bermanfaat dan membantu kita dalam merencanakan serta menghadapi kenyataan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

 

Kas merupakan elemen modal kerja yang paling tinggi tingkat kedudukannya dan diperlukan perusahaan untuk operasi perusahaan sehari-hari, tetapi di lain pihak kas merupakan elemen modal kerja yang kurang produktif, apabila menahannya terlalu besar mengandung resiko. Oleh karena itu manajemen kas yang efektif sangat diperlukan agar resiko dapat diperkecil tanpa pengorbanan likuiditas.

 

Menurut Drs Indriyo, (1986:42):

Menahan uang tunai tidak terlepas pula. Resiko tersebut yang terpenting adalah berasal dari turunnya nilai tukar uang tersebut, serta baik nilai tukar uang tersebut, serta baik nilai tukar terhadap barang dan jasa, maupun nilai tukar terhadap valuta asing.

 

Fungsi utama manajemen kas adalah merencanakan, mencari dan memanfaatkan kas dengan berbagai cara agar penggunaannya maksimum, oleh karena itu manajemen kas yang efektif dapat mendorong peningkatan laba investasi (ROI) dengan cara :

  1. Meningkatkan kontribusi laba dari kas.
  2.  mengurangi jumlah investasi yang terkait pada kas.

 

Adapun cara untuk meningkatkan produktifitas kas dalam rangka kontribusinya terhadap laba investasi menurut Kusriyanto. B Suearto, (1983:161) ada cara yaitu 3 :

  1. Penarikan uang tunai harus dilakukan secepatnya.
  2. Melakukan sistem peramalan kas untuk mengurangi besarnya cadangan pengaman dan meningkatkan peluang untuk memainkan ka mengambang.
  3. Memainkan kas mengambang dengan memperkecil waktu menganggur uang tunai yang tersedia di bank

 

Untuk mengatasi masalah tersebut maka dalam manajemen  kas perlu diambil kebijakan untuk menetapkan jumlah kas optimum dimana biaya saldo kas minimum.

Besarnya saldo kas yang patut di pertahankan perusahaan tergantung pada :

  1. Keperluan untuk melakukan transaksi
  2. Saldo kompensasi yang disyaratkan oleh bank sebagai pengganti biaya atas jasa-jasa yang diberikan.

 

 

 

Credit by : Riska Haryati Seilya

Posted by : @seilyariskyu [www.riskaseilya.wordpress.com]

TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDIT

ALWAYS CREDIT ‘RISKASEILYA.WORDPRESS.COM’ AS WELL. Thank you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: