120307 AUDITING – Proses Audit | Part.3 END

Published Maret 7, 2012 by seilyariskyu

TUJUAN AUDIT YANG BERKAITAN DENGAN PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
Tujuan audit yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan biasanya identik dengan asersi mnajemen untuk penyajian dan pengungkapan yang telah dibahas sebelumnya. Konsep yang sana, yang diterapkan pada tujuan audit yang berkaitan dengan saldo, juga berlaku untuk tujuan audit yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan.

Bagaimana tujuan audit dipenuhi:

  1. Memperoleh pemahaman tentang entitas dan lingkungannya
  2. Memahami pengendalian internal dan menilai resiko pengendalian

 

Terdapat beberapa tahapan dalam proses audit yaitu:

  1. Merencanakan dan merancang Pendekatan Audit
  2. Perencanaan audit meliputi pengembangan strategI menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan.
  3. Sifat, lingkup dan saat perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas, pengalaman mengenai entitas, dan pengetahuan tentang bisnis entitas.
  4. Dalam perencanaan audit, auditor harus mempertimbangkan antara lain:
  • Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan
  • Industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut
  • Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah
  • Informasi akuntansi yang signifikan, termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan.
  • Tingkat resiko pengendalian yang direncanakan
  • Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit
  • Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian
  • Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan
  • Pengujian audit, seperti resiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak yang mempunyai hubungan istimewa
  • Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan

MELAKUKAN PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN TRANSAKSI

Pengujian atas pengendalian yang diarahkan terhadap efektivitas operasi pengendalian bersangkutan dengan bagaimana penerapan pengendalian, konsistensi penerapannya selama periode audit dan siapa yang menerapkannya.

Pengujian ini biasanya mencakup prosedur permintaan keterangan dari pegawai perusahaan klien, inspeksi atas dokumen, laporan yang menggambarkan kinerja pengendalian, pengamatan terhadap penerapan\ pengendalian, dan pengulangan penerapan pengendalian oleh auditor.

 

MELAKSANAKAN PROSEDUR ANALISTIS DAN PENGUJIAN TERINCI ATAS SALDO

Prosedur analitik mencakup perbandingan yang palingsederhana hingga model yang rumit yang mengaitkan berbagai hubungan dengan unsur data. Asumsi dasar penerapan prosedur analitik adalah bahwa hubungan yang masuk akal di antara data dapat diharapkan tetap ada dan berlanjut, kecuali jika timbul kondisi yang sebaliknya.

Kondisi tertentu yang dapat menimbulkan penyimpangan dalam hubungan ini mencakup antara lain, peristiwa atau transaksi yang tidak biasa, perubahan usaha, fluktuasi acak atau salah saji.

 

MENYELESAIKAN AUDIT DAN MENETBITKAN LAPORAN AUDIT

Setelah auditor menyelesaikan semua prosedur audit, maka auditor kemudian menggabungkan seluruh informasi yang didapat untuk memperoleh kesimpulan menyeluruh mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan. Ini merupakan proses yang sangat subyektf dan sangat bergantung pada pertimbangan profesional auditor. pertimbangan profesional auditor.

 

 

Credit by : Riska Haryati Seilya

Posted by : @seilyariskyu [www.riskaseilya.wordpress.com]

TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDIT

ALWAYS CREDIT ‘RISKASEILYA.WORDPRESS.COM’ AS WELL. Thank you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: