120307 AUDITING – Proses Audit | Part.2

Published Maret 7, 2012 by seilyariskyu

MENETAPKAN TUJUAN UMUM AUDIT

Pendekatan yang dilakukan dalam merumuskan tujuan audit adalah dengan cara :

1. Balance Sheet Approach

Setiap akun dalam laporan keuangan diperlakukan sebagai suatu segmen yang terpisah. Terdapat beberapa tujuan audit yang harus dipenuhi untuk setiap saldo akun.

 

2. Transaction Cycle Approach

Membagi laporan keuangan berdasarkan kelompok-kelompok transaksi dan akun-akun yang berhubungan. Transaksi dan akun-akun yang berhubungan dikelompokkan kedalam satu siklus.

  • Sales and Collection Cycle
  • Acquisition and Payment Cycle
  • Payroll and Personnel Cycle
  • Inventory and Warehousing Cycle

Capital Acquisition and Repayment Cycle

Auditor independen tidak perlu secara satu persatu menghubungkan tujuan audit dengan prosedur audit. Beberapa prosedur audit dapat dikaitkan dengan lebih dari satu tujuan audit Di lain pihak kombinasi berbagai prosedur audit dibutuhkan untuk mecapai satu tujuan audit.

 

ASERSI MANAJEMEN

Asersi adalah penyajian manajemen yang terkandung didalam komponen laporan keuangan. Pernyataan tersebut dapat bersifat implicit atau eksplisit serta dapat diklasifikasikan berdasarkan penggolongan besar sebagai berikut :

  • Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence)
  • Kelengkapan (completeness)
  • Hak dan Kewajiban (right and obligation)
  • Penilaian (valuation) atau alokasi
  • Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)

 

  • Asersi tentang keberadaan atau kejadian berhubungan dengan apakah aktiva atau utang ada pada tanggal tertentu. Sebagai contoh, manajemen mebuat asersi bahwa sediaan produk jadi yang tercantung dalam neraca adalah tersedia untuk dijual. Begitu pula, manajemen membuat asersi bahwa penjualan dalam laporan laba rugi menunjukkan pertukaran barang atau jasa dengan kas atau akfiva bentuk lain (misalnya piutang) dari pelanggan.
  • Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan didalamnya. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa seluruh pembelian barang dan jasa dicatat dan dicantumkan dalam laporan keuangan. Demikian pula, manajemen membuat asersi bahwa utang usaha dineraca telah mencakup semua kewajiban entitas.
  • Asersi tentang hak dan kewajiban berhubungan dengan apakah aktiva merupakan hak entitas dan utang merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa sewa guna usaha (leased) yang dikapitalisasi dineraca mencerminkan nilai pemerolehan hak entitas atas kekayaan yang disega guna usahakan dan utang sewa guna usaha yang bersangkutan mencerminkan suatu kewajiban entitas.
  • Asersi tentang penilaian atau alokasi berhubungan dengan apakah komponen-komponen aktiva, kewajiban, pendapatan dan biaya sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang semestinya. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa aktiva tetap dicatat berdasarkan harga pemerolehannya dan pemeroleha semacam itu secara sistematis dialokasikan di dalam periode-periode akuntansi yang semestinya. Demikian pula manajemen membuat asersi bahwa piutang usaha yang tercantum di neraca dinyatakan berdasarkan nilai bersih yang direalisasikan.
  • Asersi tentang penyajian dan pengungkapan berhubungan dengan apakah komponen-komponen tertentu laporan keuangan diklasifikasikan, dan diungkapkan semestinya. Misalnya manajemen membuat asersi bahwa kewajiban-kewajiban yang diklasifikasikan sebagai utang jangka panjang dineraca tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Demikian pula, manajemen membuat asersi bahwa jumlah yang disajikan sebagai pos luar biasa dalam laporan laba-rugi diklasifikasikan dan diungkapkan semestinya.

 

Manajemen menyatakan beberapa asersi tentang transaksi

  1. Keterjadian
  2. Kelengkapan
  3. Keakuratan
  4. Klasifikasi
  5. Cut off
  6. Eksistensi
  7. Kelengkapan
  8. Penilaian atau alokasi
  9. Hak dan kewajiban
  10. Keterjadian serta hak dan kewajiban

 

Asersi tentang saldo akun pada akhir tahun menyatakan

  1. Eksistensi
  2. Kelengkapan
  3. Penilaian dan alokasi
  4. Hak dan kewajiban

Asersi Tentang Penyajian Dan Pengungkapan

  1. Keterjadian serta hak dan kewajiban
  2. Kelengkapan
  3. Keakuratan dan penilaian
  4. Klasifikasi dan dapat dipahami

 

TUJUAN AUDIT YANG BERKAITAN DENGAN TRANSAKSI

  1.  Keterjadian-transaksi yang dicatat memang ada. Tujuan ini berkenaan dengan apakah transaksi yang tercatat memang benar-benar terjadi.
  2.  Kelengkapan-transaksi yang terjadi telah dicatat. Tujuan ini bersangkutan dengan apakah semua transaksi yang harus dimasukkan dalam jurnal benar-benar telah dicatatkan.
  3.  Keakuratan-transaksi yang dicatat dinyatakan pada jumlah yang benar. Tujuan ini membahas kekuratan informasi tentang transaksi akuntansi dan merupakan salah satu bagian dari asersi keakuratan untuk kelas transaksi
  4. Posting dan pengikhtisaran-transaksi yang dicatat dimasukkan ke dalam file induk dan diikhtisarkan dengan benar. Tujuan ini berkaitan dengan keakuratan transfer informasu dari transaksi yang dicatat dalam jurnal ke buku besar pembantu dan ke buku besar.
  5. Klasifikasi-transaksi yang dicatat dalam jurnal klien telah diklasifikasikan secara tepat. Tujuan ini menyatakan apakah transaksi telah dimasukkan dalam akun yang tepat, dan merupakan padanan auditor atas asersi klasifikasi manajemen untuk kelas transaksi
  6. Penetapan waktu-transaksi dicatat pada tanggl yang besar. Tujuan penetapan waktu transaksi merupakan padanan auditor atas asersi cut off manajemen

 

TUJUAN AUDIT YANG BERKAITAN DENGAN SALDO

  1. Eksistensi-Jumlah yang tercantum memang ada
  2. Kelengkapan-jumlah yang ada dicantumkan
  3. Keakuratan-jumlah yang tercantum telah dinyatakan dengan benar
  4. Klasifikasi-jumlah yang tercantum dalam daftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat
  5. Cutoff-transaksi yang mendekati tanggal neraca telah dicatat pada periode yang tepat
  6. Hubungan yang rinci (detail tie in)-rincian saldo akun sesuai dengan jumlah pada file induk yang berkaitan, sesuai dengan total buku besar
  7. Nilai yang dapat direalisasi-aktiva yang telah dicantumkan dalam jumlah yang diestimasi akan direalisasi
  8. Hak dan kewajiban

 

 

Credit by : Riska Haryati Seilya

Posted by : @seilyariskyu [www.riskaseilya.wordpress.com]

TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDIT

ALWAYS CREDIT ‘RISKASEILYA.WORDPRESS.COM’ AS WELL. Thank you

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: