120307 AUDITING – Perencanaan dan Pelaksanaan Audit

Published Maret 7, 2012 by seilyariskyu

PERENCANAAN AUDIT

Berikut adalah tiga alasan utama mengapa seorang auditor harus mempersiapkan rencana kontrak kerja yang tepat sehingga auditor dapat memperoleh bukti yang cukup kompeten untuk kondisi yang ada, membantu menjaga agar biaya audit yang dikeluarkan tetap wajar, serta menghindari kesalahpahaman dengan kliennya.

A.      Penerimaan klien dan perencanaan audit awal

 Perencanaan audiit awal melibatkan  empat hal, yaitu :

  1. Auditor harus memutuskan apakah akan menerima seorang klien baru atau melanjutkan pelayanan untuk klien yang telah ada.
  2. Auditor harus mengidentifikasi mengapa klien menginginkan atau membutuhkan audit.
  3. Auditor memperoleh pemahaman klien tentang cara- cara penugasan untuk menghindari kesalahpahaman.
  4. Memilih staf untuk penugasan.
Memahami bisnis dan industri klien

            Menghindari kesalahpahaman dengan klien merupakan hal yang penting untuk memelihara hubungan baik dengan klien serta untuk memfasilitasi hasil kerja yang berkualitas tinggi dengan biaya yang wajar.

Menilai bisnis resiko klien

  1. Resiko akseptibilitas audit : ukuran untuk menilai seberapa besar kesediaan auditor uuntuk menerima bahwa laporan keuangan mungkin saja disajikan dengan kesalahan penyajian yang material setelah proses audit diselesaikan dan pendapat wajar tanpa syarat telah dinyatakan.
  2. Resiko inheren : ukuran penilaian auditor atas kemungkinan adanya kesalahan penyajian yang material atas akun sebelum mempertimbangkan efektivitas pengendalian internnya.

PROSEDUR ANALITIS PENDAHULUAN

Bagian penting dari pemahaman akan bisnis klien dan penilaian resiko bisnis klien adalah melaksanakan prosedur analisis pendahuluan.

Perbandingan antara rasio klien dengan bencmark industri atau pesaing memberikan indikasi kinerja perusahaan.

Prosedur analitis juga merupakan bagian penting dari pengujian di sepanjang audit.

 

Prosedur analitis

Prosedur analitis didefinisikan oleh SAS 56 (AU 329) sebagai evaluasi informal keuangan yang dilakukan dengan sebuah studi hubungan masuk akal diantara data keuangan dan non keuangan …yang melibatkan perbandingan dari jumlah tercatat dengan pengharapan yang dikembangkan oleh auditor.


Jenis prosedur analitik

¨  Membandingkan data klien dan industri

¨  Membandingkan data klien dengan data priode yang sama sebelumnya

¨  Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang telah ditentukan klien

¨  Membandingkan data klien dengan hasil dugaan yang telah ditentukan auditor

¨  Membandingkan data klien dengan hasil dugaan, menggunakan data non keuangan

 

Ratio keuangan yang umum

Prosedur analitis auditor seringkali meliputi penggunaan ratio keuangan umum selama perencanaan  dan telaah akhir atas laporan keuangan yang telah diaudit.

Dalam menggunakan ratio ini, adalah penting sebagai auditor untuk membuat perbandingan yang tepat.

Perbandingan yang paling penting adalah dengan tahun sebelumnya untuk perusahaan tersebut dan untuk rata-rata industri atau perusahaan yang serupa untuk tahun yang sama.

Credit by : Riska Haryati Seilya

Posted by : @seilyariskyu[www.riskaseilya.wordpress.com]

TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDIT

ALWAYS CREDIT ‘RISKASEILYA.WORDPRESS.COM’ AS WELL. Thank you

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: