120124 Auditing – Internal Control dan Resiko Pengendalian

Published Januari 24, 2012 by seilyariskyu

Perlu kita ketahui bersama bahwa internal control(pengendalian intern) berhubungan dengan standar pekerjaan lapangan kedua yang berbunyi sebagai berikut ; Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengajian yang akan dilakukan.

 

Tujuan Internal Control

Pengendalian internal (internal control) merupakan suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personil lain yang bertujuan untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian 3 golongan tujuan berikut ;

  1. Keandalan pelaporan keuangan
  2. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
  3. Efektivitas dan efisiensi operasi.

Pengendalian intern dapat mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumberdaya perusahaan , dapat menyediakan informassi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan.

Pengendalian intern diharapakan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan mutlak bagi manajemen dan dewan komisaris entitas. Penyebab pengendalian intern tidak dapat memberikan keyakinan mutlak karena adanya keterbatasan yang melekat dalam semua system pengendalian intern dan pertimbangan manfaat dan pengorbanan dalam pencapaian tujuan pengendalian. Keterbatasan tersebut yaitu ;

1.            Kesalahan dalam pertimbangan

2.            Kolusi

3.            Pengabaian oleh manajemen

4.            Biaya lawan manfaat

 

Tanggung jawab Manajemen dan Auditor terhadap Internal Control

Dalam pengendalian intern manajemen bertanggungjawab untuk mengembangkan dan menyelenggarakan organisasinya secara efektif, dan juga manajemen harus konsisten dalam menggunakan konsep untuk menyusun laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum. Dan tanggung jawab auditor yaitu memeriksa dan mengevaluasi memadai atau tidaknya pengendalian intern entitas dan kemudian  membuat rekomendasi peningkatannya.

 

Komponen Internal Control menurut COSO

Adapun komponen dari pengendalian internal menurut COSO ( Comittee of Sponsoring Organization of the Treadway Committee), yaitu ;

1.   Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Lingkungan pengendalian  merupakan landasan untuk semua unsur pengendalian intern yang membentuk disiplin dan struktur.  Lingkungan pengendalian terdiri atas 6  unsur, yaitu ;

v  Nilai integritas dan etika,

v  Komitmen terhadap kompetensi

v  Dewan komisaris dan komite audit

v  Filosofi dan gaya operasi manajemen

v  Struktur organisasi

v  Pembagian wewenang dan pembebanan tanggungjawab

v  Kebijakan dan praktik sumber daya manusia

 

2.  Penaksiran Resiko (Risk Assessment)

Penaksiran resiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah identifikasi, analisis dan pengelolaan resiko entitas yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum. Penaksiran resiko manajemen untuk tujuan pelaporan keuangan adalah penaksiran resiko yang terkandung dalam asersi tertentu dalam laporan keuangan dan desain, implementasi aktivitas pengendalian yang ditujukan untuk mengurangi resiko pada tingkat minimum, dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat.

 

3.   Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

Informasi mencakup system akuntansi yang merupakan alat untuk mengidentifikasi, merakit, menggolongkan, menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi suatu entitas serta menyelenggarakan pertanggungjawaban kekayaan dan utang entitas tersebut. Komunikasi mencakup penyampaian informasi kepada semua personel entitas yang terlibat dalam pelaporan keuangan tentang bagaimana aktivitas mereka berkaitan dengan oranglain, baik yang berada dalam maupun diluar organisasi

Adapun komponen informasi dan komunikasi dalam pengendalian intern, yaitu ;

  • Pedoman kebijakan,
  • Pedoman akuntansi dan pelaporan keuangan,
  • Daftar akun, dan
  • Memo.

 

Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen telah dilaksanakan untuk mengurangi resiko dalam pencapaian tujuan. Aktivitas pengendalian yang berhubungan dengan audit dan laporan keuangan digolongkan menjadi beberapa kelompok, yaitu ;

Pengendalian pengolahan informasi, ini terbagi menjadi dua yaitu ;

  1. Pengendalian umum, Unsur pengendalian ini meliputi ; organisasi pengolahan data, prosedur dan standar untuk perubahan program, pengembangan system dan pengoperasian fasilitas pengolahan data.
  2. Pengendalian aplikasi, pengendalian ini dirancang untuk memenuhi persyaratan pengendalian khusus setiap aplikasi. Pengendalian aplikasi terhadap pengolahan transaksi dikelompokan menjadi; Prosedur otoritas yang memadai, perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang cukup, dan pengecekan secara independen.
  3. Pengawasan (Controlling) Pengawasan adalah penilaian manajemen yang berkala dan berkelanjutan dari mutu prestasi pengendalian internal untuk menentukan bahwa pengendalian beroperasi seperti yang diharapkan dan dimodifikasi ketika diperlukan
share by : riska haryati seilya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: