120124 Auditing – Internal Control dan Resiko Pengendalian | Part.2

Published Januari 24, 2012 by seilyariskyu

Memperoleh dan Memahami Internal Control

Auditor untuk memperoleh sebuah pemahaman akan pengendalian intern untuk setiap audit, tingkat pemahamannya harus mencukupi untuk merencanakan audit yang memadai dalam kaitannya dengan 4 hal yang spesifik, yaitu ;

  1. Kemungkinan dapat atau tidaknya audit dilaksanakan
  2. Salah saji material yang potensial dapat terjadi
  3. Resiko deteksi
  4. Perancangan pengujian.

Sumber informasi untuk memahami pengendalian intern yang berlaku adalah ; bagan organisasi dan deskripsi jabatan, buku pedoman akun, buku pedoman akuntansi, wawancara dengan karyawan, laporan, kertas kerja, pemeriksaan terhadap catatan akuntansi, dokumen, peralatan mekanis, dan media lain yang digunakan untuk mencatat transaksi, mengolah data keuangan dan data operasi, kunjungan keseluruh kantor dan pabrik, dan laporan mengenai rekomendasi perbaikan pengendalian intern dan laporan audit tahun sebelumnya yang diterbitkan auditor.

 

Adapun pemahaman pengendalian intern meliputi unsur-unsur berikut ;

  1. Pemahaman atas lingkungan pengendalian, Informasi tentang lingkungan pengendalian dikumpulkan auditor dengan cara; permintaaan keterangan dari manajer yang bertanggung jawab atas unsure pengendalian intern, inpeksi dokumen dan catatan, dan pengamatan atas kegiatan perusahaan.
  2. Pemahaman atas penaksiran resiko,  Auditor harus mengumpulkan informasi tentang bagaimana manajemn mengidentifikasi resiko yang berkaitan dengan penyajian laporan keuangan secara wajar, dan kepedulian manajemen terhadap resiko tersebut, serta auditor harus mengumpulkan informasi tentang respon manajemen terhadap perubahan keadaan dan pengaruhnya pada resiko pengendalian.
  3. Pemahaman atas informasi dan komunikasi, Sistem informasi sangat menentukan resiko salah saji dalam laporan keuangan.
  4. Pemahaman atas aktivitas, Informasi tentang aktivitas pengendalian diperoleh auditor bersamaan dengan pengumpulan informasi mengenai lingkungan pengendalian dan aktivitas pengendalian
  5. Pemahaman atas pengawasan, Auditor harus memahami jenis aktivitas yang digunakan oleh klien untuk mengawasi efektivitas pengendalian intern untuk menghasilkan laporan keuangan yang andal, dan auditor harus memahami tindakan yang diambil untuk memperbaiki unsure pengendalian berdaarkan informasi yang diperoleh dari pengawasan.

 

Dalam pengendalian intern ada tiga cara yang digunakan auditor untuk mendokumentasikan informasi, yaitu

  1. Kuesioner pengendalian intern  baku,  disusun untuk dapat diterapkan dalam berbagai macam perusahaan dan biasanya dibuat tiap-tiap siklus kegiatan perusahaan yang diperiksa
  2. Uraian tertulis , ini berisi identitas karyawan yang melaksanakan suatu fungsi dan uraian terinci cara elaksanaan fungsinya, uraian tertulis ini dilakukan jika terdapat pengendalian intern yang bersifat unik yang tidak terdapat didalam kuesioner pengendalian intern baku. Dan biasanya uraian tertulis praktis diterapkan pada audit atas laporan keuangan perusahaan kecil.
  3. Bagan alir system, dengan cara ini suatu system digambarkan dengan menggunakan symbol-simbol tertentu.

 

Resiko Pengendalian

Resiko pengendalian adalah resiko terjadinya salah saji material dalam suatu asersi yang tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas.  Untuk mengevaluasi efektivitas dan operasi pengendalian intern perlu dilakukan penaksiran resiko pengendalian. Tahap-tahap resikopengendalian sebagai berikut ;

  1. Pertimbangkan pengetahuan yang diperoleh dari pemahaman  atas pengendalian intern
  2. Lakukan identifikasi salah saji  potensial yang dapat terjadi dalam asrsi entitas
  3. Lakukan identifikasi pengendalian yang diperlukan untuk mencegah atau mendeteksi salah saji
  4. Lakukan pengujian pengendalian terhadap pengendalian yang diperlukan untuk menentukan efektivitas desain danoperasi pengendalian intern
  5. Lakukan evaluasi terhadap bukti dan buat taksiran resiko pengendalian.

 

Test of Control

Dalam memenuhi standar auditing kedua, auditor melaksanakan prosedur pemahaman pengendalian intern  dan informasi apakah desain tersebut dilaksanakan, dan pelaksanakan tersebut juga mengharuskan auditor melakukan pengujian terhadaap efektivitas pengendlian intern dalam mencapai tujuan. Pengujian ini disebut pengujian pengendalian(test of control).

  1. Dan untuk menguji kepatuhan terhadap pengendalian intern auditor melakukan dua macam pengujian, yaitu;
  2. Pengujian adanya kepatuhan terhadap pengendalian intern
  3. Pengujian tingkat kepatuhan terhadap pengendalian intern.  Pengujian pengendalian(test of control) adalah prosedur audit yang dilaksanakan untuk menentukan efektivitas desain dan/atau operasi pengendalian intern. Dalam hubungannya dengan desain pengendalian intern, pengujian pengendalian berkaitan dengan apakah kebijakan dan prosedur telah didesain memadai untuk mencegah atau mendeteksi salah saji material dalam asersi tertentu laporan keuangan. Dalam hubungannya dengan operasi suatu pengendalian intern, pengujian pengendalian yang dilakukan berkaitan dengan apakah kebijakan dan prosedur sesungguhnya berjalan dengan baik.

Berbagai  pengujian pengendalian selama perencanaan audit, yaitu ;

  1. Pengujian pengendalian bersamaan, yang terdiri dari prosedur untuk memperoleh pemahaman dan sekaligus untuk mendapatkan bukti tentang efektivitas pengendalian intern.
  2. Pengujian pengendalian tambahan, merupakan pengujian yang biasanya dilaksanakan oleh auditor jika, berdasarkan hasil pengujian pengendalian bersamaan  yang memperlihatkan pengendalian intern yang efektif, auditor kemudian mengubah strategi auditnya dari pendekatan substantive ke pendekatan resiko pengendalian rendah.
  3. Pengujian pengendalian yang direncanakan, merupakan pengujian yang dilaksanakan untuk menentukan taksiran awal resiko pengendalian moderat atau rendah sesuai dengan tingkat pengujian substantive yang direncanakan.
  4. Pengujian dengan tujuan ganda, merupakan pengujian yang didesain sedemikian rupa sehingga auditor dapat mengumpulkan bukti tentang efektivitas pengendalian intern sekaligus dapat mengumpilkan bukti tentang kekeliruan moneter dalam akun.

share by : riska haryati seilya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: