120122 AKT. Sektor Publik – Analisis Investasi Publik | Part.4

Published Januari 22, 2012 by seilyariskyu

TEKNIK DASAR PENILAIAN INVESTASI PUBLIK

Terdapat empat langkah utama untuk mengevaluasi suatu proyek investai, yaitu:

  1.  Identifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan

Organisasi sektor publik seringkali dihadapkan pada banyak alternatif investasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Oleh karena itu perlu diidentifikasi alternatif-alternatif yang memungkinkan untuk dianalisis lebih lanjut. Keterkaitan antara satu proyek dengan proyek yang lain perlu dipertimbangkan untuk mengetahui sejauh mana penerimaan atau penolakan suatu investasi akan dipengaruhi investasi yang lain.

  1. Menentukan semua manfaat dan biaya dari proyek yang akan dilaksanakan (cost/benefit relationship).

Perhitungan manfaat dan biaya harus pula memasukkan analisis manfaat dan biaya sosial yang di timbulkan dari investasi publik yang akan dilakukan. Pada organisasi sektor publik biaya dan manfaat seringkali tidaj dapat secara langsung diukur dengan satuan uang, sehingga teknik-teknik analisis biaya manfaat sangat cocok untuk diterapkan. Dalam analisis biaya-manfaat ini, benefit (manfaat) ditekankan pada semua keunggulan ekonomi dan sosial yang diperoleh, sedangkan untuk cost (biaya) ditekankan pada kelemahan-kelemahan proyek yang dikuantifikasikan dalam bentuk uang.

  1. Menghitung manfaat dan biaya dalan rupiah

Langkah kedua adalah menghitung manfaat dan biaya investasi dalam rupiah. Terkadang terdapat kesulitan dalam langkah kedua ini. Kesulitan yang dihadapi adalah apabila biaya dan manfaat dari suatu proyek tidak dapat diukur dalam bentuk rupiah, misalnya manfaat dan biaya sosial. Dalam kondisi tersebut, yang dapat dilakukan adalah menghitung nilai manfaat dari proyek secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan analisis efektivitas biaya (cost-effectiveness analysis).

  1. Memilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektivitas biaya yang tinggi

Rasio biaya dan manfaat atau efektivitas biaya merupakan titik awal penentuan penerimaan proyek, ada banyak ketidakpastian yang dapat mempengaruhi perhitungan. Tidak smua biaya dan manfaat sosial dapat dimasukkan dalam perhitungan.

 

Net present benefit (NPB)

merupakan nilai bersih suatu proyek setelah dikurangi seluruh biaya pada satu tahun tertentu dari keuntungan atau manfaat yang diterima pada tahun yang bersangkutan dan didiskontokan dengan tingkat bunga yang berlaku.

NPB= Mо-Cо + M-C + M2M3 + Mn-Cn

(1+t)   (1+t)² (1+t)³  (1+t)ⁿ

NPB= nilai bersih, yaitu manfaat dikurangi dengan biaya  pada tahun ke-n

i    = tingkat bunga

n   = 1,……50th. (umur proyek)

M  = manfaat

C   = biaya

 

Catatan: proyek yang dipilih adalah jenis proyek yang  memiliki nilai NPB tertinggi.

 

Analisis payback period

digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian investasi.

payback period=      investasi awal

keuntungan tahunan

Kelemahan payback period, yaitu:

  1. Metode ini mengabaikan penerimaan-menerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh setelah payback period tercapai.
  2. Metode payback period mengabaikan nilai waktu uang.
  3. Metode payback period tidak dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasi yang bersifat mutually exclusive.

 

Anlisis biaya-manfaat (cost benefit analysis)

merupakan cara mengevaluasi suatu proyek dengan membandingkan nilai sekarang (present value) dari seluruh manfaat/keuntungan yang diperoleh dengan nilai sekarang dari seluruh biaya proyek tersebut. Proyek yang diterima adalah proyek yang memiliki keuntungan sosial yang didiskontokan yang lebih besar dari nilai biaya sosial yang didiskontokan .

M= Mо +  M1M2 + … +  Mn

(1-i)   (1-i)²          (1-i)ⁿ

 

Menurut dixon, terdapat 3 langkah dalam melakukan analisis biaya-manfaat, diantaranya yaitu:

1. memutuskan biaya dan manfaat  apa saja yang akan dimasukkan.

            Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya double counting, yaitu satu manfaat atau biaya yang menyebabkan manfaat atau biaya yang lain dimasukkan secara bersama-sama. Misalnya, jika dengan teknik pencegahan kebakaran tertentu dapat menyebabkan pengurangan staf yang dibutuhkan tetapi dinas pemadam kebakaran memutuskan untuk menggunakan penghematan waktu tersebut untuk pelatihan staf tambahan, maka dalam analisis biaya-manfaat tidak dapat menhitung kedua-duanya sebagai manfaat.

2. mengukur dan mengevaluasi biaya  dan manfaat.

            Manfaat dan biaya yang berwujud lebih mudah untuk dihitung, akan tetapi yang bersifat tidak berwujudrelatif sulit untuk dihitung. Masih dengan menggunakan contoh dinas pemadam kebakaran diatas, cost of time yang dihabiskan oleh petugas pemadam kebakaran dan penyediaan alarm kebakaran merupakan bentuk biaya yang sifatnya berwujud. Namun demikian, jika teknik pemadaman dinilai misalnya dengan jumlah orang yang terselamatkan dari kebakaran, bagaimanakah kita menilai intangible benefit tersebut secara kuantitatif? Biasanya untuk mengukurnya digunakan harga bayangan, misalnya biaya nasional untuk merawat sejumlah x orang yang menjadi korban kebakaran dan kehilangan pendapatan dan harta benda karena peristiwa tersebut.

3. timing dalam aliran biaya dan    manfaat.

            Tahap ketiga terkait dengan masalah waktu pengakuan biaya atau manfaat yang terjadi. Biasanya nilai yang tertinggi dimasukkan dalam biaya atau manfaat yang terjadi lebih awal. Untuk menyesuaikan nilai biaya dan manfaat yang berbeda karena waktu, maka digunakan tingkat diskonto (discount rate).

 

vAnalisis efektivitas biaya (cost-effectiviness analysis)

Dilakukan karena kesulitan dalam menghitung biaya dan manfaat sosial secara kuantitatif. Analisis cost-effectiveness meliputi penilaian terhadap biaya dan manfaat yang dapat dikuantifikasi, baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang atas suatu proyek dengan pengaruh atau dampak yang tidak dapat dikuatifikasikan, namun tidak dinilai. Dengan kata lain, analisa cost-efectiveness memusatkan pada pengukuran suatu yang dapat diukur.

 

Langkah-langkah dalam melakukan analisis efektivitas biaya adalah sebagai berikut:

  1. menentukan jumlah dan waktu atas semua biaya modal. Hal tersebut meliputi pula penentuan biaya bangunan, peralatan, dan tanah. Hal ini penting karena sumber daya yang diperlukan oleh sebuah proyek harus dinilai pada opportunity cost penuhnya. Dengan demikian, jika organisasi menggunakan tanahnya sendiri yang mana sebuah bangunan akan didirikan di atasnya, maka biaya yang dipakai harus dinilai berdasarkan harga pasar pada saat itu (current market value).
  2. membuat estimasi biaya yang akan terjadi (running cost) selama umur yang diharapkan dari suatu proyek.
  3. membuat estimasi output terukur selama umur yang diharapkan dari suatu proyek.
  4. membuat estimasi pengaruh biaya dan pendapatan atas aktivitas yang dilakukan.
  5. mendiskontokan biaya dan manfaat yang dapat diukur untuk memungkinkan melakukan perbandingan. Prosedur yang bisa dipakai adalah menghitung nilai sekarang (present value) tetapi proyek-proyek yang memiliki umur yang berbeda mungkin lebih tepat dibandingkan dengan menggunakan biaya tahunan ekuivalen (equivalent annual cost).
  6. menjelaskan secara realistis mengenai kemungkinan adanya biaya-biaya dan manfaat yang tidak dapat dikuantifikasi yang akan muncul dari proyek yang akan dijalankan.

Dalam praktiknya, terdapat beberapa kesulitan dalam melakukan analisis efektivitas biaya. Kesulitan tersebut terjadi pada waktu membuat estimasi atau perkiraan mengenai waktu dan besarnya jumlah biaya dan manfaat dimasa datang. Kesulitan juga dialami pada saat tingkat diskonto yang tepat atau penyesuaian untuk tingkat resiko dan ketidakpastian, sebagai gambaran dalam seksi pendahuluan pada analisa cost-benefit. Namun demikian, mekanisme oendiskontoan pada dasarnya tidak berbeda dari yang biasa diterapkan pada sektor swasta.

 

share by : riska haryati seilya

22  Januari 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: