120122 AKT. Sektor Publik – Analisis Investasi Publik | Part.3

Published Januari 22, 2012 by seilyariskyu

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI PUBLIK

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam analisis investasi publik adalah:

1. Tingkat diskonto yang digunakan

merefleksikan tingkat keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek dengan tingkat risiko tertentu. Jika suatu proyek tidak memberikan keuntungan yang diisyaratkan (required rate of return), maka proyek tersebut harus ditolak.

Pada sektor swasta terdapat dua sumber pendanaan, yaitu pembiayaan modal (equty finance) dan pembiayaan utang (debt finance). Keuntungan yang diperoleh para kreditor sebagai pemberi utang, berupa pembayaran bunga utang, sedangkan investor     pasar saham merefleksikan laba dimasa depan yang diharapkan (expected future earnings). Pembiayaan hutang memiliki resiko yang lebih rendah dibandingkan degan pembiayaan modal sehingga kreditor akan meminta tingkat kembalian (rate of return) yang lebih rendah dibandingkan dengan infestor karena resiko investasi berbanding lurus dengan return investasi. Semakin tinggi resiko investasi, maka return yang diharapkan juga semakin tinggi. Disamping itu, pembiayaan utang memiliki biaya yang lebih kecil dibandingkan dengan pembiayaan modal. Biaya utang (cost of debt) lebih murah dibandingkan dengan biaya modal sendiri (cost of equity) karena pembayaran bunga utang merupakan biaya yang mengurangi pajak. Biaya modal total dapat dinyatakan dalam bentuk biaya modal rata-rata tertimbang.

Berdasarkan asumsi bahwa seluruh biaya dan manfaat suatu proyek telah dinilai cukup, masalah berikutnya yang perlu dipertimbangkan berfokus pada tingkat diskonto (discount rate) yang cocok yang akan digunakan. Antara biaya dan manfaat terjadi pada titik waktu yang berbeda, sehingga nilai tersebut perlu didiskontokan untuk beberapa periode waktu sebelum berbagai alternatif investasi diperbandingkan untuk ditentukan investasi mana yang akan dilakukan. Untuk tujuan analisis diskonto sosial (social discount rate).

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menyatakan  social discount rate sebagai suatu tingkat yang merefleksikan preferensi masyarakat terhadap manfaat saat ini dan akan di terima dimasa yang akan datang, atau disebut social time preference rate (STPR). Masalah yang muncul adalah bahwa alasan memilih manfaat sekarang (current benefit) mungkin dipengaruhi oleh penilaian individu yang menilai terlalu rendah (underestimate) manfaat yang akan diperoleh di masa yang akan depan. Asumsi dalam pendekatan ini adalah generasi mendatang akan lebih sejahtera daripada generasi sekarang. Oleh karena itu dilakukan pengurangan trehadap kebutuhan benefits yang tersedia.

Kemungkinan lebih lanjut adalah mencoba untuk menjelaskan social opportunity cost rate (SOCR). Penggunaan analisis berdasarkan COCR adalah bahwa sumber daya yang digunakan untuk melakukan investasi di sektor publik terbatas dan sumber daya itu tidak tersedia untuk digunakan di tempayt lain. Disini diasumsikan bahwa investasi di sektor swasta tidak akan dilakukan, sehingga tingkat kembalian investasi yang dapat dihasilkan disektor swasta  merefleksi opportunity cost investasi sektor publik. Kesulitan yang muncul adalah dalam menentukan rate of return di sektor swasta. Rate of return pada investasi sektor swasta merefleksikan resiko keuangan  dan resiko bisnis perusahaan swasta. Social discount rate didasarkan pada rate of returns pada hutang pemerintah. Satu pemecahan untuk membatasi social discount rate adalah dengan menggunakan proses pendiskontoan, artinya biaya dan manfaat diharapkan berubah pada tingkat kembalian investasi yang sama sebagai perubahan dalam kebutuhan tingkat harga-harga umum (general price levels). Hal ini merupakan pendekatan yang diadopsi pemerintah yang menyarankan bahwa discount rate yang digunakan pada investasi sektor publik harus dinilai dengan pengujian social discount rate.

2. Tingkat inflasi

semakin tinggi tingkat inflasi, semakin rendah nilai riil keuntungan dimasa depan yang diharapkan sehingga senakin tinggi tingkat keuntungan yang diisyaratkan.

3. Risiko dan ketidakpastian

keuntungan yang diisyaratkan akan semakin tinggi jika risiko investasi naik. Ketidakpastian ekonomi dan hukum, kekacauan sosial-politik, tidak adanya jaminan keamanan dan kebijakan yang tidak konsisten dapat meningkatkan risiko investasi.

4. Capital rationing

adalah keadaan ketika organisasi menghadapi masalah ketersediaan dana untuk melakukan pengeluaran investasi. Dalam keadaan seperti ini terdapat beberapa alternatif investasi yang dapat dilakukan akan tetapi tidak tersedia cukup dana untuk membiayai investasi-investasi yang diajukan. Oleh karena itu harus dilakukan dengan menggunakan rasio manfaat/biaya atau dapat juga dengan menggunakan model pemrograman linear.

Pada organisasi sektor publik, selain memperhatikan faktor-faktor diatas penilaian investasi publik juga harus memperhatikan hal-hal berikut:

    1. tingkat utang pemerintah
    2. tingkat kesempatan sosial yang dikorbankan (social opportunity cost rate)
    3. social time preference rate

Tingkat utang pemerintah adalah jumlah yang harus dibayarkan pemerintah sehubungan dengan perolehan sumber pembiayaan diluar pajak, seperti utang luar negri dan obligasi pemerintah yaitu berupa bunga dan pokok utang. Social opportunity cost rate terkait dengan pengertian bahwa proyek pemerintah harus dapat menghasilkan tingkat keuntungan (return) yang minimal sama dengan tingkat keuntungan proyek sektor swasta dengan penggunaan dana yang sama. Atau dengan kata lain, dengan jumlah investasi yang sama, proyek investasi publik yang dilakukan pemerintah harus memiliki kualitas yang minimal sama jika proyek tersebut dilakukan oleh swasta. Sedangkan social time preference rate merefleksikan tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh masyarakat jika menunda konsumsi saat ini untuk kepentingan konsumsi di masa depan.

 

 

share by : riska haryati seilya

22 Januari 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: