ASERSI MANAJEMEN

Published Desember 6, 2011 by seilyariskyu

Asersi adalah penyajian manajeme yang terkandung didalam komponen laporan keuangan. Pernyataan tersebut dapat bersifat implicit atau eksplisit serta dapat diklasifikasikan berdasarkan penggolongan besar sebagai berikut :

  • Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence)
  • Kelengkapan (completeness)
  • Hak dan Kewajiban (right and obligation)
  • Penilaian (valuation) atau alokasi
  • Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)
  1. Asersi tentang keberadaan atau kejadian berhubungan dengan apakah aktiva atau utang ada pada tanggal tertentu. Sebagai contoh, manajemen mebuat asersi bahwa sediaan produk jadi yang tercantung dalam neraca adalah tersedia untuk dijual. Begitu pula, manajemen membuat asersi bahwa penjualan dalam laporan laba rugi menunjukkan pertukaran barang atau jasa dengan kas atau akfiva bentuk lain (misalnya piutang) dari pelanggan.
  2. Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan didalamnya. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa seluruh pembelian barang dan jasa dicatat dan dicantumkan dalam laporan keuangan. Demikian pula, manajemen membuat asersi bahwa utang usaha dineraca telah mencakup semua kewajiban entitas.
  3. Asersi tentang hak dan kewajiban berhubungan dengan apakah aktiva merupakan hak entitas dan utang merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa sewa guna usaha (leased) yang dikapitalisasi dineraca mencerminkan nilai pemerolehan hak entitas atas kekayaan yang disega guna usahakan dan utang sewa guna usaha yang bersangkutan mencerminkan suatu kewajiban entitas.
  4. Asersi tentang penilaian atau alokasi berhubungan dengan apakah komponen-komponen aktiva, kewajiban, pendapatan dan biaya sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang semestinya. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa aktiva tetap dicatat berdasarkan harga pemerolehannya dan pemeroleha semacam itu secara sistematis dialokasikan di dalam periode-periode akuntansi yang semestinya. Demikian pula manajemen membuat asersi bahwa piutang usaha yang tercantum di neraca dinyatakan berdasarkan nilai bersih yang direalisasikan.
  5. Asersi tentang penyajian dan pengungkapan berhubungan dengan apakah komponen-komponen tertentu laporan keuangan diklasifikasikan, dan diungkapkan semestinya. Misalnya manajemen membuat asersi bahwa kewajiban-kewajiban yang diklasifikasikan sebagai utang jangka panjang dineraca tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Demikian pula, manajemen membuat asersi bahwa jumlah yang disajikan sebagai pos luar biasa dalam laporan laba-rugi diklasifikasikan dan diungkapkan semestinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: