TUJUAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN

Published November 30, 2011 by seilyariskyu

TUJUAN PELAKSANAAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN

Tujuan dari audit biasa atas laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil operasi, serta arus kas sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum

Langkah-langkah untuk mengembangkan tujuan audit

  1. Memahami tujuan dan tanggung jawab audit
  2. Membagi laporan keuangan menjadi berbagai siklus
  3. Mengetahui asersi manajemen tentang laporan keuangan
  4. Mengetahui tujuan audit umum untuk kelas transaksi, akun, dan pengungkapan
  5. Mengetahui tujuan audit khusus untuk kelas transaksi, akun, dan pengungkapan

TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN
Tanggung jawab untuk mengadopsi kebijakan akuntansi yang baik, menyelenggarakan pengendalian internal yang memadai, dan menyajikan laporan keuangan yang wajar berada di pundak manajemen, bukan pundak auditor. Karena menjalankan bisnis sehari-hari, manajemen perusahaan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam tentang transaksi perusahaan serta aktiva, kewajiban, dan kuitas terkait ketimbang auditor. Sebaliknya, pengetahuan auditor akan masalah ini serta pengendalian inertnal hanya terbatas pada pengetahuan yang diperolehnya selama audit.

TANGGUNG JAWAB AUDITOR
Auditor bertanggungjawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna memperoleh kepastian yang layak tentang apakah laporan keuangan telah bebas dari salah saji yang material, apakah itu disebabkan oleh kekeliruan ataupun kecurangan. Karena sifat bukti audit dan karakteristik kecurangan, auditor dapat memperoleh kepastian yang layak, tetapi tidak absolut, bahwa salah saji yang material dapat dideteksi. Auditor yang bertanggungjawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna memperoleh kepastian yang layak bahwa salah saji, apakah yang disebabkan oleh kekeliruan ataupun kecurangan, yang tidak material.

Tanggung Jawab Auditor Untuk Menemukan Tindakan Ilegal.
Tindakan ilegal didefinisikan sebagai pelanggaran terhadap hukum atau peratutan pemerintah selain kecurangan.

Contoh tindakan ilegal:

1. Tindakan ilegal yang berdampak langsung

2. Tindakan ilegal yang berdampak tidak langsung

Auditor mempunyai tiga tingkat tanggung jawab untuk menemukan dan melaporkan tindakan illegal :
1. Pengumpulan bukti jika tidak ada alasan untuk percaya bahwa ada tindakan ilegal yang berdampak tidak langsung
2. Pengumpulan bukti dan tindakan lainnya apabila ada alasan untuk mempercayai bahwa tindakan ilegal yang berdampak langsung atau tidak langsung telah terjadi.
3. Tindakan apabila auditor mengetahui suatu tindakan illegal.
Pendekatan Siklus Untuk Mensegmentasi Audit
• Siklus penjualan dan penagihan adalah siklus pertama yang dicantumkan dan merupakan fokus utama pada sebagian besar audit. Penagihan piutang usaha dalam jurnal peneriman kas adalah arus masuk operasi utama dalam kas di bank
• Siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali berkaitan dengan siklus akuisisi dan pembayaran. Transaksi mencakup pembelian, persediaan, perlengkapan, dan barang serta jasa-jasa yang berkaitan dengan operasi
• Siklus persediaan dan pergudangan berkaitan erat dengan semua siklus lainnya, khususnya bagi sebuah perusahaan manufaktur. Biaya persediaan mencakup bahan baku (siklus akuisisi dan pembayaran), TKL ( siklus penggajian dan personalia), dan overhead manufaktur (siklus akuisisi dan pembayaran serta penggajian dan personalia).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: