120122 AKT. Sektor Publik – Penentuan Harga Pelayanan Publik

Published Januari 22, 2012 by seilyariskyu

 

Peran pemerintah dalam pelayanan sektor publik

Pemerintah memiliki dua peran dan kepentingan dalam menghasilkan barang dan jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat, yaitu sebagai pemilik kepentingan sekaligus penyandang dana. Sebagaiamana dikatakan Shead dalam bukunya yang berjudul Managing a Government’s Ownership Interset under Purchaser/Provider Arrangements…” the government has a twofold interest in the public sector ; as the equity owner of public  sector and as purchased of the services by the public sector agencies”.

Melalui kepemilikan kepentingan pada sector public, pemerintah memiliki proporsi yang signifikan dalam suatu ekonomi Negara, baik dalam jumlah asset yang dimiliki pada berbagai departemen pemerintah, badan-badan usaha milik Negara maupun akumulasi pendapatan yang diperoleh baik melalui pemungutan pajak maupun pembebanan langsung.

Dari sudut pandang pemerintah sebagai penyandang dana untuk penyediaan pelayanan sector public, pemerintah menghendaki biaya yang disediakan dengan harga yang sekompetitif mungkin.

Dari kedua kepentinga tersebut, pemerintah sebagai pemilik kepentingan atas suatu entitas sector public maupun sebagai penyandang dana penyediaan pelayanan sector public, kadang tidak dapat dipertemukan karena perbedaan focus dan pertentangan hasil akhir kedua kepentingan tersebut : memaksimalkan nilai kepemilikan disatu pihak bertentangan dengan upaya memaksimalkan efektivitas pelayanan yang diterima masyarakat.

Salah satu cara mengurang konflik kepentingan tersebut dapat dilakukan denga menyerahkan kepada masyarakat membeli/menggunakan barang dan jasa yang dibutuhkan.

 

2.2  Model-Model Penyediaan Pelayanan sector Publik

Dalam memberikan pelayanan public kepada masyarakat yang membutuhkan ada beberapa model-model pelayanan yang digunakan pemerintah, yaitu

1.      Model Tradisional

Model tradisional adalah model yang paling banyak digunakan di institusi-institusi pemerintah. Kebanyakan Negara dalam membuat kebijakan, program kerja beserta fungsi-fugsi operasional unit sector public tidak berdasarkan pada penilaian kekuatan-kekuatan kompetitif suatu organisasi sector public. Model ini mengandaikan sector public memiliki hak eksklusif dalam penyediaan pelayanan, maka pendekatannya tidak mengarahkan entitas sector public menuju perbaikan kinerja pembelanjaan atas barang atau jasa yang dihasilkan. Berikut adalah stuktur model tradisional ;

Dalam gambar tersebut pemerintah pusat melalui Kementrian merencanakan, menganggarkan, serta mengarahkan semua program dan aktivitas dalam penyediaan pelayanan public. Entitas sector public berada dibawah naungan tanggungjawabnya jadi tinggal melaksanakan program sesuai srtategi yang dijalankan secara sentralisasi oleh pemerintah pusat.

2.      Model Kontrakrual Waralaba

Melalui model kontraktural waralaba institusi sector public tertentu menetapkan sejumlah kerangka aturan yang menjadi dasar penyedia layanan(provider) yang juga merupakan agen sector public. Berdasarkan model ini, meski penyedia pelayanan secara admistratif terpisah dari sector pembeli(purchaser)-organisasi tetap merupakan unit bisnis yang masih dalam lingkup structural, organisasi dan pertanggungjawaban Kementrian yang menangani pelayanan.

Suatu institusi sector public menyediaka kebijakan, melaksanakan fungsi regulasi dan penyediaan dana. Sementara agen penyedia barang atau jasa menyediakan pelayanan atas dasar nonkompetitif terhadap klien yang merupakan agen sector public.

Model kontraktual waralaba tidak dapat menghasilkan perbaikan yang signifikan pada pembelanjaan sector public secara maksimal, karena bagaimanapun sector public penyedia dana(purchaser) masih monopolis dalam menentukan kebijakan, kualitas maupun kuantitas barang atau jasa layanan public. Adapun bagan model kontraktual waralaba sebagai berikut ;

Agen Sektor Publik

Agen Sektor Publik Penyedia Layanan

Konsumen

Kementrian

3.      Model  Kontraktual  Kompetitif

Model ini merupakan modifikasi dari model kontraktual  waralaba denga catatan pihak swasta disertakan untuk ikut berkompetisi dengan agen pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya kompetisi maka potensi untuk memperbaiki pembelanjaan sector public diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen(masyarakat). Berikut bagan Kontraktual Kompetitif :

Kementrian

Agen Sektor Publik

Penyedia pelayanan sector public berkompetisi dengan pihak swasta dalam mendapatkan kontrak penyediaan layanan. Sementara sector public penyandang dana menyiapkan kebijakan beserta criteria layanan yang disediakan sebagai  dasar kontrak.

Agen Sektor Publik Penyedia Layanan

Penyedia Pelayanan  Sektor Swasta

Konsumen

4.      Model Pembayaran Voucher

Berdasarkan model ini, konsumen bertindak sebagai pembeli sekaligus konsumen layanan yang disediakan sector public. Dalam pembayaran voucher penyedi pelayanan berkompetensi secara terbuka merebut konsumen. Dan perlu diketahui bahwa voucher tersebut disediakan oleh pemerintah untuk konsumen tertentu yang membutuhkan layanan, seperti layanan kesehatan.

Model pembayaran voucher memberikan keleluasaan yang maksimal kepada konsumen untuk memilih penyediaan pelayanan sesuai yang diingikan. Dan dalam situasi ini pemerintah boleh membatasi penggunaan voucher kepada agen-agen tertentu. Dan pemerintah harus memperhatikan factor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen atau masyarakat yang membeli pelayanan dari layanan yng tersedia, sehingga voucher yang dibelanjakan dari pihak pelayan dari penyedia layanan. Hubungan antara sector public dan konsumen atau masyarakat  dan penyedia layanan sebagai berikut ;

Kementrian

Agen Sektor Publik

(Penyedia Voucher)

Penyedia Pelayanan  Sektor Swasta

Agen Sektor Publik Penyedia Layanan

Konsumen

5.      Model Jaminan social atau Subsidi Kas

Dengan model jaminan social atau subsidi kas, konsumen atau masyarakat diberi hak penuh untuk menentukan barang atau jasa pelayanan yang diingikan. Dan kompetisipun muncul dengan sendirinya akibat banyak pihakk yang terlibat dalam penyediaan layanan. Model ini tidak memberi jaminan apapun bahwa pembelanjaan uang yang disediakan lewat jaminan social sesuai dengan tujuan pemerintah dalam mengadakan program subsidi.

Kementrian

Agen Sektor Publik

Konsumen

Agen Sektor Publik Penyedia Layanan

Penyedia Pelayanan  Sektor Swsta

      Berikut perbandingan berbagai model penyediaan jasa sector public kepada konsumen/masyarakat ;

Model

Aspek positif

Aspek negatif

Ada tidaknya

kompetisi dan efisiensi

Tradisional Sederhana, karena pemerintah sendiri mendanai dan melaksanakan tugas-tugas pelayanan public. Tidak adanya ukuran efisiensi dalam pembelanjaan dana sector publik Tidak ada
Kontraktual waralaba Standard pemberian pelayanan berupa kebijakan beserta criteria diperkenalkan berdasarkan kontrak. Tidak adanya kompetisi dalam pemberian layanan.Agen sector public sendiri yang memberikan layanan. Tidak ada
Kontraktual kompetitif Pihak swasta ikut berkompetisi melayani konsumen/masyarakat Klien belum diberi pilihan untuk menentukan supplier mana mereka pilih untuk memberikan pelayanan. Sudah ada
Model pembayaran voucher Konsumen diberi keleluasaan menentukan penyedia layanan mana yang mereka pilih untuk menukarkan voucher. Tidak ada jaminan konsumen memilih pelayanan dari produsen yang paling efisien. Sudah ada
Jaminan kas atau subsidi kas Sederhana karena pemerintah hanya menyediakan kas kepada orang-orang yang memberikan. Pemerintah tidak mampu mengontrol kemana kosumen/masyarakat membelanjakan dan subsidi yang diberikan. Sudah ada
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: