120122 AKT. Sektor Publik – Penentuan Harga Pelayanan Publik | Part.3

Published Januari 22, 2012 by seilyariskyu

Argumen terhadap Pembebanan Tarif Pelayanan

Dalam praktiknya, terdapat argument-argument yang menentang pembebanan tarif pelayanan, disini kami mencatat ada 3 argument yang paling sering dikeluhkan oleh sebagian masyarakat, seperti:

         • Kesulitan administrasi dalam menghitung biaya pelayanan

Tarif Pelayanan mensyaratkan adanya pencatatan dan penghitungan handal(misal:meteran air). Hal tersebut membuat adanya penambahan dalam penyediaan pelayanan.padahal sesungguhnya penghitungan ini lebih mudah dari penghitungan pajak penghasilan karena hasilnya telah diketahui dengan meteran

         • Yang miskin tidak mampu membayar pelayanan

Kesenjangan ekonomi dan pendapatan lebar menyebabkan orang miskin tidak mampu membayar pelayanan dasar yang utama seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, transportasi umum bahkan makanan sehat.

         • Adanya eksternalitas,merit good,dan persyaratan legal.

Eksternalitas positif(spillover effects) misalnya tarif pelayanan yang terlalu tinggi membuat masyarakat tidak terdorong untuk menggunakannya(misal:imunisasi). Barang yang dianggap merit good diisyaratkan untuk diberi secara gratis contohnya pendidikan.sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang mensyaratkan pemerintah untuk menyediakan pelayanan tertentu misalnya wajib blajar 9 tahun.Itu termasuk persyaratan yang legal sesuai peraturan pemerintah yaitu bebas biaya sekolah selama wajib belajar 9 tahun sampai pada tingkat SMP.

Pembebanan tarif pelayanan memang memiliki banyak kontroversi, dipihak masyarakat golongan menengah kebawah merata tarif yang di bebankan terasa berat. Dan  ingin pelayanan itu dibebankan pada simpanan negara, sedangkan dari pemerintah bila biaya pelayanan publik sepenuhnya dibebankan pada simpanan Negara, bila Negara tersebut termasuk Negara berkembang maka akan terjadi deficit keuangan Negara.

Cara yang telah dilakukan Negara dengan subsidi telah membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehingga dapat dirasakan masyarakat golongan menengah ke bawah walaupun tidak sepenuhnya bisa dirasakan oleh masyarakat golongan menengah kebawah.

         2.5 Prinsip dan Praktik Pembebanan

Sebagian barang dan jasa yang disediakan pemerintah lebih sesuai dibiayai secara pembebanan tarif. Semakin dekat hubungan suatu pelayanan publik dengan barang privat, maka lebih tepat bila barang tersebut dikenakan tarif. Tetapi terkadang penentuan barang tersebut termasuk jenis privat atau publik.

Kegagalan dalam menentukan biaya akan membuat masyarakat menjadi bingung dalam memilih barang publik yang ingin digunakan. Sedangkan Dalam praktiknya permasalahan administrasi dan pertimbangan social politik lebih diutamakan daripada ke-efisiensi ekonomi.namun perlu diwaspadai bahwa kesalahan dalam menetapkan tarif pelayanan publik merupakan penyebab utama deficit anggaran di Negara berkembang.(Devas,1989)

Sebagian barang dan jasa ada yang dibebankan langsung pada konsumen dan ada juga yang disediakan oleh pemerintah. Bila barang tersebut termasuk barang privat maka pengenaan tarif pada konsumen dinilai tepat guna, sedangkan bila barang yang digunakan termasuk barang publik maka pengenaan tarif pada konsumen dinilai kurang tepat. Maka dari itu barang yang akan digunakan harusnya diklasifikasikan terlebih dahulu apakah termasuk barang privat atau barang publik.

Penerapan harga pada suatu barang dan jasa yang termasuk pelayanan publik diharuskan menerapkan ke-”efisiensi ekonomi” sehingga dapat menentukan harga yang tepat dalam penyaluran barang dan jasa kepada masyarakat, sehingga pemerintah dapat menentukan harga dan tidak menebabkan deficit simpanan Negara.

Tetapi dalam praktiknya terdapat penyimpangan. Pelayanan yang gratis seringkali mendapatkan pelayanan yang kurang memuaskan sehingga mengurangi kepercayaan masyarakat. Maka dari itu, pemerintah dapat mingkatkan pelayanan dengan meningkatkan juga kesejahteraan para pegawai.

            2.6 Kegunaan Pembebanan dalam Praktik

Praktik pembebanan pelayanan publik berbeda-beda di tiap Negara dan pembebanan itu sebagai penerimaan negara, salah satu penerimaan negara adalah charging for service. Penerimaan-penerimaan Negara berasal dari: Pajak, Pembebanan langsung pada masyarakat(charging for service), Laba BUMN/BUMD, Penjualan asset milik pemerintah, Utang, dan Pembiayaan deficit anggaran(mencetak uang).

Pembebanan membantu pemerintah dalam menentukan berapa besarnya anggaran yang dikeluarkan Negara sebagai subsidi dari simpanan pemerintah yang berasal dari penerimaan-penerimaan diatas. Pada umumnya hal-hal yang bersifat publik seperti pertahanan, kesehatan publik, dan jasa kepolisian dibiayai oleh pajak.

Sedangkan hal-hal yang bersifat privat(individual) seperti listrik, biaya telepon, air, transportasi umum ditarik tarif sebesar harga total pemulihan biaya(full cost recovery prices). Lalu untuk barang yang bersifat campuran(merit good) seperti pendidikan menengah atas, penyembuhan kesehatan, penjagaan kesehatan(sanitasi) disediakan sebagian melalui pajak dan sebagian lagi melalui tarif.

Pembebanan dalam pelayanan publik memang membuat beberapa golongan masyarakat merasa terbebani akan pembebanan tersebut. Padahal pembebanan terhadap pelayanan tersebut membantu pemerintah dalam menambah pendapatan Negara sehingga bila dikelola dengan baik dan benar maka dapat meningkatkan pelayanan publik itu sendiri.

Hanya saja perlu dilakukan managerial yang baik sehingga penerapan pembebanan tepat guna atau tidak salah dalam meletakkan tingkat harga seperti pengelompokan barang dan jasa yang termasuk barang privat, barang publik, atau barang merit good. Bila pemerintah dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat melakukan efisiensi ekonomi yang tepat maka dapat mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pelayanan publik serta tidak menutup kemungkinan dapat mengurangi pembebanan masyarakat terhadap pembebanan tarif.

 

share by : riska haryati seilya

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: